Contoh pemanfaatan ruang yang unik :)

Bismillah, Tidak Pergi Saja ^^

Malam tahun baru pastinya ada banyak pilihan bentuk dan acara yang bisa dilakukan dan dihadiri.  Sebenarnya ingin pergi ke At-Tin malam hari ini karena ada banyak ustdaz di sana dan intinya ingin bisa lebih bisa bermanfaat waktu yang ada. Ada ustadz Hidayat Nur Wahid, Arifin Ilham, Yusuf Mansyur, juga Suryadarma Ali dalam rangkaian acara dzikir dan tausiyah di malam tahun baru masehi ini.

Ada kaidah fiqh yang mengatakan, lebih baik menghindari mudharat daripada mengambil manfaat jika berada di antara kedua pilihan yang sama antara mudharat dan manfaatnya. Begitu pula tentang hari ini, sepertinya memang perlu memikirkan tentang hal tersebut. Apakah kepergian ku ke sana dengan kondisi yang ada sama antara tingkat kebermanfaatannya dengan mudharatnya atau bahkan lebih banyak mudharatnya ?

Sejak dua hari yang lalu daya imun tubuh menurun hingga akhirnya demam juga flu. Hari ini pun ternyata dari kedua telapak tangan bermunculan bulatan kemerahan yang berisi cairan yang rasanya agak panas dan gatal. Teringat gejala ini seperti awal dari gejala penyakit kaki, tangan, dan mulut yang pernah di derita oleh dua balita 2 dan seorang remaja dekat rumah atau penyakit tersebut lebih dikenal dengan penyakit Virus Singapura. Bahayanya biasanya relatif kecil tergantung jenis virus yang menginfeksinya. Walau pun demikian perlu mendapatkan penyembuhan, karena yang namanya virus atau bakteri bisa berkembang dan bermutasi bahkan pernah ditemukan peradangan otak dan jantung disebabkan penyebaran mereka yang begitu lebarnya daya jangkaunya jika tidak diperhatikan dengan serius, pada akhirnya jika peradangan tersebut sudah membahayakan maka dapat menyebabkan meninggalnya seseorang.

Memang gejala yang ku rasa belum mendapat pengakuan dari dokter karena belum pergi ke dokter, jadi belum bisa dipastikan benar atau tidaknya. Akan tetapi setelah mencari informasi lebih detail tentang penyakit tersebut dengan kecocokan kondisi dan masih belum  bisa memutuskan dengan yakin akhirnya solusi terakhir adalah dengan menanyakan kepada mama tersayang :)  apa pergi ke sana sore ini memang baik ? Dan jawabannya adalah beristirahat itu lebih baik.

Baiklah :)

Walau sebenarnya sangat ingin ke sana, tetapi itu memang pilihan terbaik untuk mencegah kemungkinan buruk bagi diri sendiri dengan memaksakan diri atau pun menularkan penyakit kepada orang lain. Bukankah setiap langkah, setiap detik di sana untuk menimba ilmu, memanfaatkan waktu, dan bersilaturahim itu semua untuk meraih ridha Allah ? Jadi bukankah ridha Allah ada pada ridha orang tua ? bahkan jihad sekalipun yang berganjar syurga tertinggi bagi para syuhadanya tetap tidak boleh di dahului dari ridhanya orang tua atas kepergiannya?

Ada nasehat dari Imam Ghazali :

“Mayoritas ulama berpendapat bahwa ketaatan kepada kedua orang tua hukumnya wajib ketika ada syubhat dan tiidak wajib pada keharaman murni. Sampai apabila mereka berdua tidak suka engkau makan sendirian, maka engkau wajib makan bersama mereka. Sebab, meninggalkan perkara syubhat adalah sikap wara’, sementara keridhaan kedua orangtua wajib didapatkan. Demikian juga engkau tidak boleh berbergian untuk suatu hal yang mubah atau sunnah selain setelah mendapatkan izin dari mereka berdua.

Bersegera beribadah haji yang merupakan kewajiban dalam Islam hukumnya sunnah karena boleh ditunda. Pergi untuk menuntut ilmu hukumnya sunnah, kecuali apabila anda menuntut ilmu-ilmu wajib yang meliputi shalat dan puasa, sementara di kawasan anda tinggal tidak ada orang yang mengajari anda.”

Ehm… jika merenungi perkataan beliau, dan kembali melirik ke lemari dengan kumpulan buku yang belum selesai ku baca juga daftar e-book tafsir beserta buku-buku lainnya sepertinya menuntut ilmu masih bisa di rumah untuk saat ini. Walau sebenarnya merasa iri dengan mereka yang sehat dan bisa memperoleh ridha orang tua mereka untuk hadir disana tapi itu semua harus ditepis karena boleh jadi itu bentuk ketidak terimaan atas takdirNya.

“Demikian juga anak tidak diperkenankan untuk pergi selain dengan seizin kedua orangtua atau salah satunya apabila yang lain sudah meninggal. Sebab, berbakti kepada orangtua hukumnya fardu ‘ain sehingga harus di dahulukan atas fardhu kifayah.” (al-Kasani)

“Dan apabila aku sakit maka Dia (Allah) yang menyembuhkan aku ^^”

Ya Allah aku ridha padaMu, pada ketetapanMu, pada takdirMu, juga pada segala nikmat yang telah Engkau beri.
Ya Allah bantu diri ini agar lebih bersyukur kepadaMu, mengingat diriMu, dan memperbaiki setiap ibadahku untuk meraih ridhaMu.
Berikan aku cahaya petunjukMu untuk mendahulukan dan menyukai segalanya sesuai yang Kau kehendaki.
Berikan aku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholih.
Baikanlah segala tuturku, perilaku, dan akhlakku pada setiap interaksi dengan makhlukMu terlebih pada orangtuaku.
Dan anugerahkanlah aku warisan surgaMu yang penuh dengan segala kenikmatan.

Aamiin Allahumma Aamiin

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s