Tentang adzan ternyata di dalamnya ada banyak berkah dan kesempatan yang sangat luar biasa besarnya, tetapi ternyata sangat jarang termanfaatkan. Padahal momen adzan selalu berulang kali dalam setiap harinya. Setelah hari ini membaca beberapa hadist tentang adzan jadi merasa menyesal dengan berlalunya kesempatan yang ada dahulu tanpa mengetahui apa saja keutamaannya. Semoga ke depannya tidak lagi kehilangan kesempatan emas itu ^^
Bismillahirrahmanirrohim
Rasulullah bersabda, “Rabbmu kagum kepada seorang penggembala kambing yang berada di puncak gunung, dia mengumandangkan adzan untuk shalat lalu ia shalat, maka Allah azza wa jalla berfirman, ‘Lihatlah kepada hambaKu ini, dia mengumandangkan adzan dan iqamah lalu shalat karena takut kepadaKu. Aku telah mengampuni hambaKu ini dan memasukannya ke surga.’ (HR. Nasa’i)
Bayangkan saja, ia seorang diri di tengah gerombolan kambing dan saat itu sudah masuk waktu sholat. Tetapi ia tidak hanya sholat sendiri, tetapi ia menyerukan panggilan sholat di puncak gunung itu meskipun ia tahu pada saat itu ia hanya sendiri. Kalau saat ini adakah orang yang seperti itu ? yang dengan lantangnya menyerukan sholat entah di mana pun ia berada meskipun dalam kesendiriannya ?
Mungkin sudah sangat sering kali kita mendengar hadist yang berkata;
“Seandainya manusia mengetahui kebaikan apa yang terdapat pada adzan dan shaf awal, lalu mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, niscaya mereka akan melakukannya.” (HR. Bukhari)
Dan saat ini dengan izinNya kita sama-sama mempelajarinya mengapa adzan adalah golden moment bagi setiap muslim entah yang mengumandangkannya atau yang mendengar dan mengikutinya…
dari Abu Sa’id Al-Kudriy ra, Rasulullah bersabda “Aku melihat kamu seseorang yang menyukai kambing dan lembah. Maka jika kamu sedang bersama kambingmu dan berada di lembah lalu kamu mengumandangkan adzan untuk shalat maka keraskanlah suaramu dalam mengumandangkannya karena tidak ada seorang pun yang mendengar suara mu’adzin, apakah itu jin, manusia, atau apapun melainkan ia akan bersaksi baginya (mu’adzin) di hari kiamat” (HR. Bukhari)
“Seorang mu’adzin akan diampuni sejauh suara yang ia kumandangkan, dan akan bersaksi untuknya setiap yang kering dan basah, dan orang yang menghadiri sholat akan dituliskannya 25 kebaikan serta diampuni darinya dosa diantara dua shalat yang ia kerjakan.” (HR. Ahmad)
“Jika kalian mendengar seruan (adzan), maka katakanlah seperti yang dikatakan oleh mu’adzin” (HR. Muslim)
Ehmmm… kalau jaman Rasulullah kumandang adzan tidak mempergunakan microphone apalagi pada saat kini, jangkauan bunyinya pastinya lebih jauh dari zaman Rasulullah. Bersyukurlah para mu’adzin saat ini. Teruntuk para pendengar adzan mungkin kita sudah terbiasa dengan fenomena untuk diam sejenak dari segala pekerjaan ketika ada kumandang adzan, ternyata diam itu bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Akan tetapi diam itu supaya kita dapat menjawab adzan dengan perkataan seperti yang di ucapkan oleh mu’adzin. Karena ternyata ada hal besar yang tersembunyi di baliknya loh
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengucapkan seperti yang dikumandangkan oleh mu’adzin dengan yakin, maka dia masuk surga” (HR. Nasa’i)
Wow besarkan balasanNya
eitss… ada lagi yang lebih wah ^^ masuk surga plus bantuan syafaat Rasulullah bagi orang yang terpilih mau ?
Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar suara mu’adzin maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya lalu ucapkanlah shalawat kepadaku (Rasulullah) karena sesungguhnya barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku sekali saja maka Allah akan mendoakannya sepulu kali, kemudian mohonkanlah untukku wasilah karena sesungguhnya ia adalah kedudukan di surga yang diberikan pada salah satu hamba-hambaNya dan aku mengarap akulah orangnya. Dan barangsiapa memohonkan untukku wasilah, maka halal baginya memperoleh syafaatku.” (HR. Ahmad)
“Barangsiapa berdoa setelah mendengar adzan: Allahumma Rabba haadzihid da’watit tammah washshalaatil qaa’ima. Aati Muhammadinil wasiilata walfadhilah wab’atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa’adtha (Ya Allah. Rabb pemilik seruan yang sempurna ini dan pemilik shalat yang akan didirikan ini, berikanlah wasilah dan keutamaan kepada Muhammad. Bangkitkanlah ia pada kedudukan terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan). Maka ia berhak mendapat syafaatku di hari kiamat” (HR. Bukhari)
Semoga kelak sholat kita lebih baik lagi dengan membaikan sikap kita terhadap kumandang adzan. Aamiin Allahumma aamiin.