272485_10150227687743951_23497828950_7588058_4576440_o

Ketika Keikhlasan itu Teruji

 

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda: ada seorang yang berkata, “Aku akan bersedekah dengan hartaku.” Dia pun keluar dengan membawa sedekahnya, ternyata (tanpa diketahuinya, terlihat seperti salah alamat) sedekahnya diberikan pada seorang pencuri. Pagi-pagi orang-orang ramai membicarakan, “Semalam dia bersedekah kepada seorang pencuri.” Orang yang bersedekah berkata, “Allahumma lakal hamdu (Ya Allah bagiMu segenap pujian).”

cerita selanjutnya :
dia berkata kembali, “Malam ini aku akan bersedekah lagi dengan hartaku.” Dia pun keluar lagi dengan membawa sedekahnya lalu (tanpa dia tahu) sedekahnya diterima oleh seorang wanita pelacur. Pagi-pagi orang ramai membicarakannya, “Semalam dia bersedekah kepada seorang pelacur.” Orang yang bersedekah masih berkata, “Allahumma lakal hamdu.”

Malam selanjutnya ia berkata kembali pada dirinya, “malam ini aku akan bersedekah lagi dengan hartaku.” Dia pun keluar lagi dengan membawa sedekahnya lalu (tanpa ia ketahui lagi) sedekahnya diterima oleh orang kaya raya. Pagi-pagi orang ramai membicarakannya, “Semalam dia bersedekah kepada orang kaya raya.” Orang yang bersedekah kembali berkata, “Allahumma lakal hamdu”

Setelah ketiga kalinya ia berucap, “Ya Allah ternyata sedekahku yang menerima pencuri, pelacur, dan orang yang kaya raya.”

(malam harinya orang tersebut tertidur dan bermimpi) Ada yang berkata dalam mimpinya, “Semoga dengan sedekahmu pada pencuri itu menahannya dari mencuri, semoga dengan sedekahmu pada pelacur itu menahannya dirinya dari perzinahan, semoga sedekahmu pada orang kaya raya itu membuatnya meneladanimu perbuatanmu lalu ia suka menafkahan sebagian hartanya yang telah dikaruniakan Allah padanya.” (HR. Bukhari)

Hadist ini bukan pertama kali aku membacanya, pernah beberapa kali mendengarnya juga pernah atau mengetahuinya dari beberapa waktu yang lalu, tapi baru kali ini bisa mengerti lebih dalam tentang keindahan cerita Rasulullah dalam hadist di atas. Bagiku hadist di atas menceritakan tentang seseorang yang berniat melakukan kebaikan, dalam hal ini bersedekah dari sebagian hartanya akan tetapi banyak orang yang menganggapnya salah sasaran. Bukan sekali atau dua kali tetapi tiga kali perbuatan yang ia niatkan karena Allah seolah salah saja di hadapan sebagian besar manusia. Akan tetapi ia tetap bersabar dalam ujian keikhlasan kebaikannya. Allah sampai mengujinya tiga kali.

Sampai pada akhirnya ia mengadukan kesedihannya kepada Rabbnya tentang perbuatan baiknya, yang seolah salah itu meskipun niatnya memang hanya untukNya. Akan tetapi Allah memberikan hikmahnya sebagai jawaban doanya. Bahwa kebaikan yang ia lakukan ikhlas karenaNya tetap bernilai baik di sisiNya. Meskipun manusia-manusia lain menilainya buruk sekalipun tetapi Allah tetap mengetahui niat hambaNya itu, bahkan lebih memuliakannya sebab sedekahnya itu bisa berbuah manis kelak. Seperti menahan seseorang dari mencuri, sebab ia sudah memiliki harta yang halal sehingga pencuri itu tidak memasukan harta haram di dalam tubuhnya yang tak lain dan tak bukan adalah bara api neraka. Sedekahnya pun menahan perbuatan zina seseorang pelacur karena ia sudah mememperoleh sebagian harta dari si pemberi sedekah, sehingga pelacur itu tidak memperoleh dosa besar karenanya. Kepada si orang kaya raya si pemberi sedekah pun ketika kelak si kaya raya meneladani contoh perbuatannya maka kelak akan menuai pahala ilmu yang bermanfaat.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya bahwa segala kebaikan hanya akan berbalas kebaikan (QS. Ar-Rahman: 60)

Kesedihannya seolah tiada berarti dengan ganjaran yang kelak insyaAllah ia terima, semoga ia kelak menjadi salah satu orang yang berkata ;

“Alhamdulillahhillazi azhab annal hazan”
(Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami)
(QS. Fathir: 34)

Itulah kata-kata yang penghuni surga katakan kepada RabbNya karena mereka di dunia berbuat kebaikan dan terselamatkan dengan Rahmat RabbNya untuk masuk ke dalam surgaNya.

Ketika kau melaju dengan ragu prasangkamu, hatimu akan berhias kelabu sendu tergugu.
Namun ketika ragu tergilas rindu ridha Rabbmu, maka insyaAllah ada seribu balasan kebaikan menantimu.
Ingatlah Allah sesuai niat dan prasangkamu.
ujiNya yang mengokohkanmu
hinga surga merindukanmu
^^

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s