Setelah semua penghuni surga masuk ke dalam surganya masing-masing sesuai dengan derajat dan kemuliaannya di hadapan Allah, maka tinggallah orang-orang yang masuk neraka. Mereka yang masuk neraka itu adalah orang-orang ahli maksiat, yang durhaka, yang musyrik, yang kafir, yang murtad, yang munafik, dan para iblis. Sepertinya udah tidak ada ada seorangpun dari kaum muslimin yang tertinggal di neraka.
Kenyataannya tidak demikian, di dalam jurang neraka yang paling dalam ada umat Nabi Muhammad saw yang tertinggal. Ia merintih kesakitan minta pertolongan untuk dikeluarkan dari neraka. Rintihan ini cukup didengar oleh Allah, tuhan yang menciptakan surga dan neraka.
Nasib umat Muhammad saw yang tertinggal di dalam neraka ini diceritakan oleh Syekh Imam Abdurrahman bin ahmad al-qadli. Ia menyebutkan, setelah seluruh kaum muslimin masuk surga, tiba-tiba terdengar dari neraka jeritan yang berbunyiYa Hanan serta Ya Qayyum dan jeritan Ya Arhamarrahimin selama 1000 tahun.
Ketika Allah memutuskan hukum atas kesalahan mereka, maka Allah berkata kepada Jibril, “wahai jibril, apa yang dilakukan oleh orang yang bermaksiat ini dari umat muhammad?”
Jibril menjawab, “wahai Tuhanku, Engkau lebih mengetahui tentang keadaan mereka daripada aku.”
Lalu Allah memerintahkan kepada Jibril, “pergilah dan lihatlah bagaimana keadaan mereka!”
Akhirnya malaikat jibril berangkat menuju ke tempat malaikat Malik. Pada saat itu, malaikat Malik berada di atas mimbar api di tengah-tengah Jahanam. Ketika malaikat Malik melihat Jibril. Lalu, ia bertanya, “Wahai Jibril, apa yang menyeabkan engkau datang kemari?”
Jibril balik bertanya, “apa yang engkau lakukan terhadap umat muhammad yang ahli maksiat?”
Malaikat Mallik menjawab, “aduh, keadaan mereka sangat buruk. Tempat mereka sangat sempit. Api neraka telah membakar daging mereka. Yang tersisa hanya wajah dan hati mereka. Wajah dan hati mereka tetap cemerlang karena di dalam hati itu ada nur keimanan.”
Jibril berkata, “angkatlah hijab ini, sehingga aku bisa melihat mereka!”
Malaikat Malik lalu memerintahkan kepada malaikat Khazanah untuk mengangkat hijab. Ketika hijab diangkat, ahli neraka bisa melihat kepada kebagusan Jibril. Mereka mengerti kalau Jibril bukan termasuk malaikat azab.
Lalu ahli neraka bertanya kepada malaikat Malik, “Siapa hamba ini? Belum pernah ada makhluk yang datang sebagus dia?”
Malaikat Malik menjawab, “Ini adalah Jibril yang membawa wahyu kepada Nabi Muhammad.”
Saat mendengar nama Muhammad disebut, mereka langsung menjerit disertai tangis seraya berkata, “Wahai jibril sampaikan kepada Muhammad ucapan salam kami dan beritakan kepada beliau tentang buruknya keadaan kami. Nabi Muhammad benar-benar lupa kepada kami dan meninggalkan kami dalam neraka.”
Jibril lalu pergi menghadap Tuhannya.
Kemudian Allah bertanya kepada Jibril, “apa yang egkau lihat tentang umat muhammad?”
Jibril menjawab “Wahai Tuhanku, keadaan mereka sangat buruk. Tempat mereka sempit.”
Allah lantas bertanya lagi, “Apakah mereka meminta sesuatu kepadamu?”
Jibril mejawab, “Ya, mereka meminta agar aku menyampaikan salam mereka kepada Muhammad saw dan menceritakan keadaan mereka yang buruk itu.”
Allah kemudian memerintahkan Jibril, “Pergilah ke tempat muhammad dan sampaikan keadaan mereka kepadanya.”
Jibrilpun berangkat menuju ke tempat Nabi Muhammad saw dengan menangis. Pada waktu itu, Rasulullah yang berada di surga terlihat sedang duduk di bawah pohon Thubah di dalam suatu kemah yang terbuat dari intan putih. Kemah itu mempunyai 4.000 pintu. Setiap pintu memiliki dua daun pintu. Satu daun pintu terbuat dari emas dan daun pintu yang lain terbuat dari perak.
Rasulullah saw, kemudian bertanya kepada Jibril, “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai saudaraku jibril?”
Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, jika engkau mengetahui apa yang aku lihat engkau pasti menangis dengan tangisan yang melebihi tangisanku ini. Aku telah datang ke tempat umatmu yang durhaka. Mereka menjerit ,’aduh buruknya keadaan kami. Sempitnya tempat kami.’ Mereka juga merintih dengan menyebut namamu, ‘ Aduh Muhammad.”
Jibril kemudian berkata lagi, “Dengarkan jeritan mereka”
Rasululllahppun mendengarkan jeritan umatnya yang ada di neraka, “Aduh, muhammad.”
Beliau yang mendengar ucapan mereka itu lalu mengatakan, “Labbaikum, labbaikum, ya umatku.” Setelah itu, beliau berdiri dengan menangis. Beliau datang ke dekat arasy, sedangkan para nabi berada di belakangnya. Rasullullah jatuh bersujud seraya memuji kepada Allah dengan pujian yang belum pernah dilakukan olah seorangpun selain Nabi Muhammad saw sendiri.
Lalu Allah memerintahkan beliau, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan mintalah kepadaKu. Niscaya, Aku kabulkan permintaanmu. Dan mintalah syafaat pada-Ku. Engkaupun akan Aku berikan syafaat.”
Rasulullah saw. kemudian berkata, “Wahai Tuhanku, umatku yang celaka telah merasakan hukumanMu. Engkau jangan menyiksa mereka lagi. Semoga Engkau memberi syafaat kepadaku tentang mereka.”
Allah lantas berfirman, “Aku telah memberi syafaat kepadamu mengenai urusan mereka.”
Kemudian datanglah beliau dengan para nabi yang lain untuk mengeluarkan setiap orang yang membaca : la ilaha illallahdari neraka.
Ketika malaikat Malik melihat kedatangan Rasulullah saw. ia berdiri untuk menghormati beliau. Nabi Muhammad kemudian berkata, “Bagaimana keadaan umatku yang celaka?”
Malaikat Malik menjawab, “Aduh keadaan mereka sangat buruk. Tempat mereka sangat sempit.”
Beliau kemudian berkata, “Bukalah pintunya dan angkatlah tangannya.”
Ketika ahli neraka melihat Rasulullah saw. mereka menjerit seraya berkata, “Aduh, Muhammad api neraka ini benar-benar telah membakar kulit dan daging kami. engkau benar-benar meninggalkan kami, juga lupa kepada kami yang berada di neraka.”
Rasulullah saw. pun memberi alasan pada mereka, “Aku tidak mengetahui keadaan kalian.”
Kemudian mereka keluar dari neraka dalam keadaan yang sangat hitam. sebab, api neraka telah memakan mereka.
Beliau lalu turun berangkat ke sungai dekat pintu surga, yaitu sungai penghidupan. Seluruh ahli neraka dimandikan di sana. Merekapun menjadi muda dan tampan. Umurnya menjadi sedang. Mata mereka bercelak semua. Wajah mereka seakan-akan seperti bulan purnama. Di dahi mereka juga tertulis, “Dimerdekakan oleh Allah dari neraka.”
Mereka kemudian dimasukan ke dalam surga. Namun, di dalam surga mereka merasa malu karena tulisan tersebut. Mereka lalu berdoa kepada Allah agar tulisan yang ada di dahinya itu dihapuskan. Allahpun menghapus tulisan tersebut dari dirinya.
Ketika ahli neraka yang lain mengetahui bahwa orang-orang muslim telah keluar dari neraka, mereka berkata, “Andai saja kami ini termasuk golongan orang Islam supaya kami juga bisa keluar dari neraka.”
Dalam hal ini , Allah Ta’ala berfirman,
“Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.” (QS. Al-Hijr: 2)
Masuknya seluruh umat nabi Muhammad saw. ke dalam surga ini telah dijelaskan beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah saw bersabda,
“Tidak ada umat selain sebagian masuk neraka dan sebagian masuk surga, kecuali umatku seluruhnya masuk surga.”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itulah kutipan dari artikel yang berada di dalam buku Indahnya Taman Surga. Begitu mengerikannya jika harus menjadi golongan umat Rasulullah yang terakhir masuk ke dalam surgaNya. Sangat berharap menjadi termasuk ke dalam golongan orang-orang yang memperoleh hisab yang ringan dari Allah. Alias memperoleh ampunanNya tanpa harus masuk dan merasakan tersiksanya diri di neraka.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., beliau berkata: Rasulullah Saw. bersabda: tiga perkara yang ketika ada dalam diri seseorang maka Allah SWT. akan menghisabnya dengan hisab yang mudah dan memasukkannya ke dalam Surga dengan rahmatNya. Sahabat bertanya: bagaimana itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab: kamu memberi kepada orang yang menghalangimu, memaafkan orang yang berbuat zalim kepadamu, menyambung tali silaturahmi kepada orang yang memutusnya. (HR. Al-Hakim)
Selagi masih ada waktu dan kesempatan di dunia ini, semoga kita bisa sama-sama mempergunakannya dengan baik agar tidak menjadi orang-orang yang celaka.
“Beberapa umat ditampakkan kepadaku, lalu kulihat seorang nabi bersama beberapa orang, ada seorang nabi bersama satu atau dua orang, dan ada seorang nabi yang tidak disertai siapapun. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku satu golongan dalam jumlah yang amat banyak, sehingga aku mengira mereka adalah umatku. Maka ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Ini adalah Musa dan kaumnya.’ Aku melihat lagi, ternyata di sana ada jumlah yang lebih banyak lagi. Ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Itulah umatmu, tujuh puluh ribu orang di antara mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.’ Kemudian beliau bangkit dan masuk rumah. Maka orang-orang berkumpul bersama orang-orang yang sudah berkumpul. Sebagian mereka mengatakan, ‘Barangkali mereka adalah para sahabat Rasulullah saw.’ Sebagian yang lain mengatakan, ‘Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan sesuatu pun beserta Allah.’ Mereka pun mengatakan banyak hal. Lalu Rasulullah saw keluar menemui mereka dan mereka memberitahukan kepada beliau. Maka beliau bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak meminta untuk (berobat dengan cara) disundut dengan api, dan tidak melakukan tathayyur, serta mereka bertawakal kepada Allah.’ Lalu ‘Ukkasyah bin Mihshon berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau termasuk golongan mereka.’ Kemudian ada orang lain berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Alloh agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau sudah didahului ‘Ukasyah.
(HR. Al Bukhari dan Muslim)
“Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam kekuasaanNya, misalkan saja kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Alah SWT akan melenyapkan kalian, lalu mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa lalu mereka memohon kepada Allah SWT, kemudian Allah pun mengampuni mereka.” (HR. Muslim)
“Barang siapa membaca, Astaghfirullahal ladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaihi (saya memohon ampun kepada Allah Tuhan satu-satunya Yang Maha Hidup lagi terus menerus mengurus makhlukNya, dan saya bertaubat kepadaNya), niscaya diampuni dosa-dosanya walaupun ia pernah lari dari barisan perang.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim)
Mungkin untuk tulisan kali ini ingin sekali menutupnya dengan sebuah hadist yang menjelaskan betapa besarnya ampunanNya untuk kita setiap hambaNya…
“Allah SWT berfirman, ‘Wahai anak Adam. selama kamu berdoa dan mengharapkan Aku niscaya Aku mengampuni dosa yang telah kamu lakukan dan Aku tidak peduli (dengan segenap dosa yang kalian lakukan). Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosaMu seperti awan di langit, kemudian kamu mau memohon ampun kepadaKu niscaya Aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sekalipun kamu datang dengan dosa seisi bumi, kemudian bertemu Aku tanpa menyekutukan sesuatu apapun denganKu, niscaya Aku akan mengampuni dosamu itu.” (HR. Tirmidzi)